Sabtu, 11 Oktober 2014

badikia



Tradisi Badikia

sumber foto: mantagisme.blogspot.com
Badikia bermakna sama dan berasal dari kata zikir yang berarti mengucapkan pujian kepada Allah yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk nyanyian atau berlagu. Di beberapa daerah Sumatera Barat, biasanya tradisi Badikia ini diadakan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad, disebut juga Badikia Shalawat. Hal ini dilakukan agar Nabi Muhammad itu mendapat rahmat dan kemuliaan.
Jadi bisa diartikan bahwa dalam  melakukan Tradisi Badikia Shalawat merupakan sebuah pemahaman dari ajaran Islam. Asal muasal melagukan Badikia Shalawat ini konon dimulai oleh Siti Aqasah (Bibi Nabi Muhammad) yang seringkali menyenandungkan keberuntungan Siti Aminah yang melahirkan seorang bayi bernama Muhammad. Seiring dengan itu, Abdul Muthalib ( Kakek Nabi Muhammad) disetiap kesempatan pun tidak lupa meninabobokan cucunya dengan segala harapan dan sanjung pujian, kemudian melagukan doa atau shalawat ini dilanjutkan oleh para Sahabat Nabi pada setiap peringatan Nabi Nuhammad, 12 Rabiul Awal.
Kini, Badikia tidak hanya dilakukan pada setiap peringatan Maulid saja. Terkadang, juga dilakukan pada hari-hari keagamaan lainnya seperti perayaan Tahun Baru Hijriah dan lainnya. Menurut kebiasaan Badikia dilaksanakan sesudah Shalat Isya, sambil duduk melingkar di dalam Mesjid dan para Pendikia itu sedikit berbasa-basi dengan membakar kemenyan tentang siapa yang akan menjadi pemimpin dalam acara tersebut.
Setelah itu barulah dimulai acara tersebut dengan membacakan pujian secara bersamaan sambung – menyambung, melengking dengan nada tinggi dan diiringi dengan irama yang khas, kadang seperti suara orang berdehem. Seterusnya diceritakan dalam Badikia itu tentang riwayat perjuangan Nabi Muhammad yang dipetik dari sumber sahih seperti Al-qur’an.
Prosesi ini dapat berlangsung hingga tengah malam, biasanya setelah acara ini berakhir maka akan diadakan jamuan yang telah disiapkan oleh pihak penyelenggara.
Sayangnya pada saat ini Tradisi Badikia ini sudah jarang dilakukan, hanya daerah tertentu saja seperti di Maninjau yang masih melestarikan Tradisi kuno ini dan beberapa tempat lainnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar