Selasa, 25 November 2014

masjid lubuk bauk



Surau Nagari Lubuk Bauk
Bangunan Bercorak Koto Piliang

baralekdi.blogspot.com
  Objek wisata budaya ini mudah dikunjungi, letaknya yang persis berada di pinggir Jalan raya Batu Sangkar- Padang, membuatnya dapat dijumpai dengan mudah. Surau Lubuk bauk ini, berdiri di atas wakaf salah seorang Datuk yang dibangun oleh masyarakat Nagari Batipuh dan dapat diselesaikan pada tahun 1901.
Deskripsi Bangunan Surau Lubuk Bauk berdenah bujur sangkar, terbuat dari kayu surian dengan luas 154 m2 dan tinggi bangunan sampai kemuncak ± 13 m. Bangunan dikelilingi pagar besi berbentuk panggung dengan tinggi kolong 1,40 m terdiri dari tiga lantai dan satu lantai berfungsi sebagai kubah/menara yang terletak di atas atap gonjong berbentuk segi delapan. Pintu gerbang terletak di timur menghadap ke selatan (jalan raya), sedangkan pintu masuk surau terletak di timur dan naik melalui enam buah anak tangga. Di atas pintu (ambang pintu) terdapat tulisan arab “Bismillahirrahmanirrahim” yang dibuat dengan teknik ukir dan di belakangnya ditutup dengan bilah papan. Di depan pintu terdapat tempat mengambil air wudlu. Atap bangunan terbuat dari seng, bersusun tiga. Atap pertama dan kedua berbentuk limasan, sedangkan atap ketiga yang juga berfungsi sebagai menara memiliki bentuk gonjong di keempat sisinya. Pada bagian puncak, atapnya membentuk kerucut dengan bentuk susunan buah labu/bola­bola.

Dinding serambi yang menghadap luar, penuh dengan ukiran yang diberi wama merah, kuning, dan hijau mengambil pola tumbuhan pakis seperti pola bias pada bangunan rumah seorang tokoh masyarakat atau pemerintahan. Di salah satu bidang hias, ada dua ukiran bundar yang bagian tengahnya tersamar oleh tumbuh-tumbuhan yang menggambarkan ‘’ Jurai Nan Ampek Suku”. Sedangkan ukiran pakis di bagian luar menggambarkan kebijaksanaan, persatuan, dan kesatuan dalam nagari.
Sampai saat ini, Surau Lubuk Bauk masih digunakan sebagai tempat belajar mengaji dan musyawarah oleh masyarakat setempat, disamping sebagai objek wisata budaya tentunya.
Bangunan yang bercorak Koto Piliang yang tercermin pada susunan atap dan terdapatnya bangunan menara, sarat dengan perlambang dan falsafah hidup ini memiliki peran besar dalam melahirkan santri dan ulama yang selanjutnya menjadi tokoh pengembang agama Islam di Sumatera Barat.
Secara administratif Suratu ini terletak di Nagari Lubuk Bauk, Kecamatan Batipuh, kabupaten Tanah Datar sehingga sangat mudah dijumpai, jadi tak perlu khawatir akan kesulitan menuju ke sana karena mudahnya akses jalan, untuk menemukan Surau yang letaknya lebih rendah dari jalan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar