Selasa, 25 November 2014

masjid tertua di agam



Masjid Bingkudu
Salah Satu Mesjid Tertua Di Sumatera Barat


Di tengah kecamuk Perang Paderi di wilayah Minangkabau, kaum Paderi mendirikan sebuah Masjid Antik yang kemudian dikenal dengan nama Masjid Bingkudu pada abad ke-18 Masehi. Masjid dengan arsitektur khas Minangkabau ini terletak di Jorong Bingkudu, Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam.
Masjid ini terletak pada ketinggian sekitar 1000 meter dpl, lokasinya yang berada di daerah bersuhu dingin dan ditambah letaknya yang tersembunyi diantara bukit dan pepohonan, menambah keeksotisan masjid ini.

Bentuk bangunan dari Masjid ini berupa panggung dengan tinggi kolong 1,5 Meter, sedangkan tinggi bangunan sampai puncak mencapai 35 Meter. Atap bangunan berbentuk tatanan atap bertingkat tiga yang dahulunya berbahan ijuk, sekarang sudah diganti dengan material yang lebih efisien mengingat susahnya mencari ijuk. Untuk memasuki areal ini, pintu masuknya berada di sebelah timur.
Konstruksi bahan bangunan ini, sepenuhnya terbuat dari kayu. Ruang utamanya berbentuk persegi dengan ukuran 21 x 21 meter, tiang utama terletak di tengah ruangan dengan diameter mencapai 40 cm. Ada pula lima buah tiang penyangga pada bagian mihrab masjid ini.
Selain masih digunakan sebagai tempat ibadah, saat ini Masjid Bingkudu juga sudah ditetapkan sebagai salah satu situs cagar budaya sehingga, untuk menjaga keaslian maka sudah beberapa kali diadakan pemugaran. Masjid ini memiliki sistem Pasak, yang berarti pola bangunan tidak menggunakan paku pada setiap sambungan kayu, serupa dengan pola bangunan Rumah Gadang.
Selain penampakan dari luarnya yang mengesankan, interior di dalam Masjid ini pun tergolong menawan. Ruang utamanya dihiasi dengan Lampu gantung kuno yang berfungsi sebagai penerang sekaligus aksesoris. Selain itu, pada bagian depan ruang utama juga terdapat sebuah Mimbar tua yang tertulis tahun pembuatannya yaitu 1316 Hijriah (1906 Masehi). Mimbar ini, berbentuk huruf L yang dilengkapi dengan tangga naik dan tangga turun terpisah
Di Masjid ini pun ada sebuah Bedug kuno yang berfungsi sebagai penanda masuknya waktu Shalat. Seperti umumnya Bedug yang terdapat di Sumatera Barat, Bedug atau Tabuah ini terbuat dari pohon kelapa yang berpenutup kulit sapi. Bedug ini mempunyai kondisi yang baik serta masih berfungsi karena dikelola dengan benar oleh pengelolanya.
Untuk menuju bangunan bersejarah ini, memerlukan waktu sekitar 20-30 menit dari Bukittinggi dengan jarak sekitar 15 Km. Sebaiknya jika ingin ke Masjid yang terletak di kaki Gunung Marapi sebelah timur ini, gunakanlah kendaraan pribadi karena lebih cepat dan efisien tentunya.
Di dekat Masjid ini, juga dijumpai sebuah bangunan kecil. Masyarakat menyebutnya Surau Bulek yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya akad nikah.
Keberadaan Masjid Bingkudu yang terpisah dari pemukiman warga memang menambah daya tarik tersendiri, sehingga banyak dikunjungi orang dari berbagai daerah, bahkan ada yang datang dari Riau. Masjid ini memang unik, hening dan sakral. Kita tentunya sebagai generasi penerus, hendaknya menjaga keaslian dari Masjid ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar