Rabu, 05 November 2014

pemandian bernuansa pegunungan



Pemandian Lubuk Mata Kucing
Pemandian Air Bersih Peninggalan Kolonial
 
www.panoramio.com
Pemandian Lubuk Mata Kucing merupakan salah satu objek wisata alam yang ada di Kota Padang Panjang. Objek wisata ini menjadi  pilihan wisata favorit bagi masyarakat lokal ataupun wisatawan luar Padang Panjang.
Masyarakat Kota Padang Panjang dan sekitarnya, tidak ada yang tidak mengenal tempat pemandian ini. Sebab, sudah sejak dahulu nama Pemandian Lubuk Mata Kucing tidak asing bagi mereka. Sehingga setiap wisatawan yang berkunjung atau perantau yang pulang ke kampung, pasti akan menyempatkan diri untuk berwisata ke Lubuk Mata Kucing. Bahkan karena saking kesohornya, nama Lubuk Mata Kucing juga telah diabadikan Buya Hamka ke dalam roman ‘Tengge­lamnya Kapal Van Der Wijk’.
Secara geografis, objek wisata Lubuk Mata Kucing merupakan kolam pemandian umum yang terletak di daerah dataran tinggi. Posisinya persis diapit oleh Bukit Surungan dan jaringan sungai Batang Anai, yang mengalir gagah dari Gunung Singgalang. Kondisi geografis yang sedemikian rupa, menjadikan daerah di sekitar kawasan objek wisata ini memiliki iklim sejuk, dengan peman­dangan alam sangat menawan. Selain itu, pemandian ini juga memiliki standar kualitas air yang tinggi, bersih, jernih dan layak untuk langsung diminum.
Pemandian Lubuk Mata Kucing, konon tempat ini dibangun oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda pada tahun 1918. Menurut cerita, nama Lubuk Mata Kucing diam­bil­kan dari gambaran kondisi air, di mana memang berwarna biru terang seperti layaknya mata kucing.
Fasilitas yang tersedia di Pemandian Lubuk Mata Kucing aalah sebuah kolam renang besar dengan air yang jernih. Walaupun belum adanya fasilitas berupa loker, namun di sini telah disiapkan beberapa pondokan untuk meletakkan barang-barang pengunjung, dan juga agar bisa menjadi tempat duduk dan bersantai sembari menikmati keindahan alam yang bisa dilihat di sekitar tempat Pemandian Lubuk Mata Kucing. Di samping itu atlit-atlit renang dari Kota Padang Panjang juga kerap kali latihan renang di tempat ini.
Walau tidak terlalu ramai seperti Mifan, apalagi jika saat hari kerja, namun tempat ini mampu memberikan ketenangan yang bisa mengendurkan pikiran, juga menghilangkan stres, dengan suguhan keindahan alamnya.
Jika pengunjung ingin berlama-lama menikmati objek wisata yang satu ini, tidak usah khawatir, karena di sekitar objek wisata alam Pemandian Lubuk Mata Kucing terdapat beberapa penginapan atau pun hotel untuk menginap.
Untuk saat ini Pemerintah Kota Padangpanjang, potensi Lubuk Mata Kucing yang menampung jutaan bahkan puluhan juta kubik air bersih yang mengalir dari kaki Gunung Singgalang setiap harinya itu, langsung dimanfaatkan sebagai salah satu sumber penyu­plai air bersih, khususnya bagi operasional Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.
Melihat aktivitas dan kondisi terkini pemandian Lubuk Mata Kucing, objek wisata itu masih sangat membutuhkan sentuhan-sentuhan, baik dalam hal peningkatan infra­struktur, maupun ketersediaan berbagai fasilitas umum dan penunjang lainnya. Karena berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kini Lubuk Mata Kucing hanya ramai dikunjungi masyarakat lokal dan sekitar saja. Untuk akses menuju Pemandian Lubuk Mata Kucing yang legendaris ini sangat mudah, dikarenakan pemandian ini berlokasi di Pasar Usang, atau sekitar 3 kilometer dari Kota Padang Panjang. Jadi sangat dekat dari pusat kota. Tertarik merasakan air segar pegunungan ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar