Rabu, 19 November 2014

rumah gadang kebanggaan urang awak



Istano Basa Pagaruyung
Tak Ada yang Lebih Megah Dari Ini

Sangatlah luar biasa, Indonesia mempunyai begitu banyak Kerajaan – Kerajaan yang menyebar di seluruh penjuru tanah air. Berbagai peninggalan dari Kerajaan yang masih tersisa masih dapat kita nikmati hingga hari ini. Salah satunya adalah Istano Basa yang ada di Tanah Datar.
Istano Basa yang lebih terkenal dengan nama Istana Pagaruyung adalah sebuah Rumah Gadang besar dan megah yang terletak di Kecamatan Tanjung Emas, Kota Batusangkar, Tanah Datar, Sumatera Barat. Istana ini merupakan objek wisata budaya paling terkenal di Ranah Minang.
Dari sumber Tambo, disinilah dahulunya pusat dari Kerajaan Pagaruyung yang terkenal itu. Istano Basa yang berdiri sekarang sebenarnya adalah replika dari yang asli. Istana yang asli sendiri terletak di atas Bukit Batu Patah dan terbakar habis pada abab ke-18, kemudian didirikan kembali namun, lagi-lagi harus terbakar di tahun 1966.

surau di Kompleks Pagaruyung
Proses pembangunan kembali Istano Basa dilakukan dengan peletakan Tunggak Tuo (Tiang utama) oleh Gubernur Sumatera Barat waktu itu, Harun Zein pada tahun 1976.
27 Februari 2007, untuk kesekian kalinya Istana termegah di Minangkabau ini terbakar lagi akibat sambaran petir. Akibatnya bangunan bertingkat tiga ini hangus ditelan api, diperkirakan hanya sekitar 15 persen benda-benda berharga yang dapat diselamatkan. Saat ini, koleksi benda antik masih bisa kita lihat.
Namun, sekarang Istano Basa sudah dibangun kembali dengan begitu cantiknya dan sudah diresmikan kembali oleh Presiden SBY pada tahun 2013 yang lalu.
Bangunan ini terdiri dari 11 Gonjong, 72 tonggak dan 3 Lantai. Objek wisata ini dilengkapi dengan Surau, Tabuah, Rangkiang Patah Sambilan. Sementara fisik bangunan Istano Basa ini penuh dengan ukiran yang tiap bentuk dan warnanya memiliki falsafah, sejarah, dan budaya Minangkabau.
Lokasi Istana ini berdiri diatas lahan seluas 11 Ha dengan ketinggian bangunan sekitar 60 Meter sehingga akan terlihat dari kejauhan.

(salah satu Rangkiang)

Istano Basa sangat mudah dijangkau oleh sarana transportasi darat baik roda dua maupun roda empat. Berjarak sekitar 40 Km dari Kota Bukittinggi dengan aspal mulus sehingga memudahkan wisatawan untuk mencapai lokasi.
Selain itu, warisan dari sejarah Minangkabau ini sangat terawat dengan baik oleh Pemerintah setempat. Disini, juga banyak fotografer lokal yang bisa mengabadikan setiap momen wisatawan di tempat ini.
Soal akomodasi, tidak perlu khawatir. Disini ada banyak penjual makanan yang menjajakan dagangannya. Jika ingin memakai pakaian tradisional Minangkabau, juga bisa disewakan kepada para wisatawan. Jika berminat menunggang kuda pun juga bisa dilakukan di tempat nan penuh sejarah ini.
Kita cukup membayar tarif sebesar Rp.7000 saja untuk memasuki kawasan ini. Sesampai didalam Istano Basa, Wisatawan akan disambut oleh Pemandu yang akan  memberikan informasi mengenai detail dari bangunan termegah di Sumatera Barat ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar