Selasa, 09 Desember 2014

batu akik pasar atas



Industri Batu Akik Pasar Atas Bukittinggi
Seiring Waktu, Popularitasnya Kian Menanjak
pengrajin batu akik (pak kamba) sedang mengasah batu
Roda memang berputar, begitulah nasib selalu bergulir. Terkadang beruntung, terkadang tidak menghasilkan apapun. Seperti yang dialami oleh para pedagang batu akik di Pasar Atas Bukittinggi.
Jika dahulu, hanya orang tua saja yang rajin berkunjung ke lokasi ini, saat ini remaja pun amat menggrandungi tempat ini. Akhir-akhir ini, terutama di daerah Bukittinggi dan sekitarnya para pria baik tua dan muda terkena “demam” batu akik atau permata ini. Fenomena ini menambah maju usaha tradisional yang sudah ada sejak zaman penjajahan dahulu itu.
Lokasinya sangat strategis, para pedagang sekaligus pengrajin olahan berbagai jenis batu permata ini menawarkan jasanya di atas Janjang 40 yang terkenal itu. Lokasi sekitarnya yang indah, menambah daya tarik sendiri bagi para pengunjung.
Saat ini, pengrajin tersebut berjumlah sekitar 14 orang. Ada banyak jasa yang mereka tawarkan kepada para konsumen yang membludak, seperti penjualan batu akik berbagai jenis, ikat batu akik, mengkilapkan batu, dan berbagai hal lainnya.
Salah seorang pengrajin, Pak Kamba, mengaku banyak sekali mendapat order dari pelanggan. Umumnya Ia sering menerima upah untuk mengasah batu permata. Dalam sehari, Pak Kamba hanya mampu mengasah batu permata mentah itu sebanyak 6-7 buah batu saja untuk diubah sampai bisa dipakai.” Awak ko lah tuo, jadi indak talok banyak-banyak bana lai,” ujarnya dengan polos.
Melihat tingginya minat para pengunjung, bisa dipastikan omzet sehari bisa mencapai ratusan ribu. Dalam melakukan aktifitasnya, Pak Kamba hanya menggunakan peralatan sederhana saja. Seperti peralatan untuk mengasah batu, Ia hanya menggunakan rantai sepeda yang sudah dimodifikasi secara sederhana untuk menghubungkan pedal dengan gerinda, sehingga gerinda besi itu dapat berputar secara manual untuk membentuk permata sesuai keinginan. Selebihnya, Pak Kamba hanya menggunakan peralatan seadanya.
Peralatan sederhana ini sudah tergolong modern, dahulu para pengrajin ini hanya menggunakan asahan tangan untuk melicinkan batu permata. Jika ingin membeli berbagai permata elok ini, tidak ada harga khusus yang diterapkan. Harga batu ini hanya berdasarkan minat saja. Tapi bisa dipastikan, harganya tidak akan memberatkan jika anda memang penggemar batu antik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar