Selasa, 09 Desember 2014

batu batikam




Batu Batikam,
Lambang Perdamaian Antara Dua Pemimpin



Pertentangan hebat yang terjadi antara dua pemimpin yang kebetulan bersaudara itu, memaksa kedua pemimpin besar itu mengambil sebuah kesepakatan. Daripada untuk saling melukai, mereka berdua lebih memilih untuk menikamkan Keris saktinya ke sebuah batu, yang sekarang dikenal dengan Batu Batikam.
Jika diartikan ke bahasa Indonesia, batu batikam berarti batu yang ditusuk. Terkesan menyeramkan memang, tapi Batu Batikam mampu membuat wisatawan penasaran. Selain mengandung sejarah, batu ini dapat menjadi pelajaran bahwa begitu pentignya sebuah arti tentang perdamaian.

Lokasinya yang terletak di pinggir jalan raya Batusangkar-Padangpanjang membuat tempat ini dapat dengan mudah ditemui. Luas situs cagar budaya Batu Batikam adalah 1.800 meter persegi, dulu berfungsi sebagai tempat musyawarah par tetua adat atau Medan Nan Bapaneh.
Susunan batu disekeliling objek menarik ini, seperti sandaran tempat duduk, berbentuk persegi panjang melingkar. Batu ini terbuat dari bahan Andesit yang amat keras.
Batu Batikam ini sendiri berukuran 55x20x40 cm, dengan bentuk hamper menyerupai segitiga. Keunikan dari batu ini, tentu saja karena lobang di tengah batu yang terjadi akibat bekas tusukan dari Datuak Parpatiah Nan Sabatang. Secara logika, hal ini mungkin sulit diterima, mengingat batu adalah sebuah benda yang sangat keras. Tapi, hal ini sudah terjadi dan bekasnya masih bisa disaksikan hingga hari ini.
Untuk menuju ke sana, Batu Batikam terletak di Dusun Tuo, Limo kaum, Tanah Datar, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit saja dari kota Batusangkar dan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun umum.
Adanya Batu Batikam, bisa dijadikan pelajaran bahwa pertikaian tidak selalu harus diselesaikan dengan kekerasan, seperti yang telah ditunjukkan oleh Datuak Katumangguang dan Datuak Parpatiah Nan Sabatang.
Selain mengenai sejarahnya yang menarik, lokasinya juga ditumbuhi pohon beringin besar yang menambah kesakralan tempat ini.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Tanah Datar, sungguh rugi rasanya jika tidak mampir ke tempat penuh kenangan ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar