Jumat, 23 Januari 2015

batu angkek-angkek



Batu Angkek-Angkek
Tak Sembarangan Bisa “Diangkek”

batu angkek-angkek
Secara kasat mata, batu ini lebih mirip logam seperti kuningan atau tembaga dengan warna kuning agak kecoklatan dan di beberapa bagian terlihat mengelupas berwarna hitam. Jika dilihat sekilas, mungkin akan terlihat seperti punggung kura-kura. Batunya tidaklah terlalu besar dengan ukuran oval pipih sebesar kuali. Meski terlihat ringan, namun tak sembarangan orang bisa mengangkatnya.
Dalam bahasa Indonesia, Batu Angkek-angkek berarti Batu Angkat-angkat. Tidak ada yang tahu secara pasti tentang asal-usul Batu unik ini, menurut keyakinan masyarakat setempat, penemuan ini berawal dari mimpi seorang pemuka adat bernama Datuak Bandaro Kayo saat akan memasang tiang rumah. Suatu hari Datuk Bandaro bermimpi didatangi oleh Syech Ahmad. Dalam mimpinya Syech Ahmad berpesan kepada Datuak Bandaro Kayo untuk mendirikan sebuah perkampungan yang sekarang bernama Kampung Palangan.

Saat pemancangan tonggak pertama, terjadi suatu keanehan. Tiba-tiba saja saat itu terjadi gempa lokal, lalu disusul hujan selama 14 hari 14 malam. Akibat peristiwa itu, masyarakat kemudian bermusyawarah untuk membahas hal ini. Saat musyawarah berlangsung, terdengar suara aneh dari dalam lubang tempat pemancangan. Suara itu terdengar seperti berpesan kalau lubang itu terdapat batu bernama “ Pandapatan”. Suaro itu pun juga berpesan agar batu keramat ini dijaga dengan sebaik-baiknya. Batu pendapatan itu kemudian disebut Batu Angkek-angkek.
Diperkirakan, batu ini sudah ada sejak 8 keturunan. Kira-kira 450-500 tahun yang lalu. Selain itu, batu ini dipercayai memiliki kemampuan gaib. Dipercayai bahwa batu ini dapat melihat jauh ke masa depan. Apakah cita-cita atau keinginan seseorang dapat dicapai, tergantung dari mampu atau tidaknya seseorang itu mampu mengangkat batu aneh tersebut ke atas pangkuan. Sebab, batu ini beratnya selalu berubah-berubah. Hingga kini tak diketahui secara pasti apa penyebab fenomena ganjil ini.
Ada pula aturan tersendiri dalam mencoba mengangkat batu ini, sebelumnya, orang itu akan diminta terlebih dahulu untuk berwudhu. Lalu, mengucapkan niat dan membaca doa terlebih dahulu. Kemudian, barulah dicoba mengangkat batu tersebut ke atas pangkuannya. Berhasil atau tidaknya batu itu diangkat akan menjadi pertanda berhasilnya niat yang mengangkat batu itu. Demikianlah pendapat sebagian orang yang berkunjung ke sana. Meski ada sebahagian yang menganggap perbuatan ini adalah syirik, namun banyak juga orang yang sekedar iseng untuk menganggap batu pipih ini.

salah seorang pengunjung berhasil mengangkat batu aneh ini
Jika penasaran dengan keunikan batu ini, Anda dapat mengunjungi sebuah Rumah Gadang milik keturunan Datuak Bandaro Kayo ini di Nagari Balai Tabuah, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar. Lokasi ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun umun dengan waktu tempuh sekitar 3 jam dari Kota Padang, 1 jam dari Kota Bukittinggi dan sekitar 15 menit dari Kota Batu Sangkar. Jangan cemas, perjalanan akan mudah karena akses jalan amatlah baik. Selain itu, di lokasi juga ada pemandu yang akan menerangkan mengenai batu keramat ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar