Senin, 12 Januari 2015

ngalau pangian



Ngalau Pangian
Cantik Namun Tidak Terurus

ngalau pangian
 Ngalau Pangian terletak di Nagari Pangian Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar,  lebih kurang 40 km dari Batusangkar.
Ngalau Pangian merupakan sebuah fenomena alam, berupa lorong-lorong goa yang terbentuk akibat perubahan suhu yang cukup lama pada permukaan batu yang berhawa lembab, sehingga mulut goa bermunculan bebatuan salak­tit dan salaknit.
Dari mulut goa mengalir sebuah anak sungai yang memiliki air yang cukup bersih. Dari mulut goa terdengar kicauan burung-burung walet  yang menimbulkan suatu keasyikan tersendiri bagi para pengunjung yang datang ke lokasi ngalau ini.
salah satu mulut goa
Di Ngalau Pangian juga terdapat  jalur panjat tebing yang tidak terlalu panjang, tetapi cukup untuk menantang adrenalin, tingkat kesulitan jalurnya juga beragam, mulai dari grid 5,7 – 5,10 dengan kemiringan < 180 derajat hingga lebih dari 180 derajat. Bagi para climber yang berminat untuk membuat jalur panjat tebing di Ngalau Pangian, masih terdapat banyak tebing yang belum dimanfaatkan untuk jalur panjat tebing.
Ngalau Pangian adalah goa basah yang terus dialiri oleh air sepanjang waktu. Air tersebut bersumber dari mata air di rangkaian gunung seribu serta terdapat air panas alami di dalam goa. Di dalam goa terdapat ornamen-ornamen goa yang sangat memukau, mulai dari stalaktit, stalakmit, colom, dan lain-lain.
Jika terus di telusuri kedalam, maka Ngalau Pangian tembus di Nagari Barulak Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar. Mulut Goa yang terdapat di Nagari Barulak terdapat di punggung bukit dan harus berjalan kaki sekitar 3 jam di dalam rimba.
Untuk mencapai kawasan objek Gua Ngalau Pangian dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum/pribadi (oplet, Jeep dan sebagainya) melalui rute sebagai berikut: Batusangkar – Lintau Buo – Gua Ngalau Pangian, dengan lama perjalanan sekitar 1 jam.
genangan air cantik di Ngalau Pangian
Areal parkir kendaraan terse­dia cukup besar. Para tamu yang datang mengendarai kendaraan pribadi atau bus carteran, bisa saja dengan leluasa berputar pada lokasi yang telah dipersiapkan.
Bila para tamu tidak sempat membawa perbekalan, di lokasi parkir ini juga telah ditempatkan sebuah kafe yang menyediakan ber­bagai jenis makanan dan mi­numan ringan, dan ternyata juga dijual dengan harga yang wajar.
Bila para pengunjung mengon­dol anggota keluarga termasuk anak-anak yang ingin mandi, di luar arena Ngalau Pangian ini juga telah disediakan sebuah kolam renang untuk anak-anak.
Areal pemandian anak-anak tersebut dikelola oleh masyarakat, sehingga untuk pengunjung yang berminat dipungut dana seperti layaknya sebuah lokasi water boom mini.
Namun bila ingin mandi pada aliran anak sungai yang mengalir dari mulut goa yang memiliki tantangan ini, juga disediakan lokasi alam yang masih asri.
Kegiatan yang dapat dilakukan di objek tersebut antara lain berupa rekreasi dan penelitian ilmiah. Di dekat mulut goa, juga terdapat lokasi yang dimungkinkan untuk  berkemah.
 Meski Ngalau ini tergolong cantik, namun kondisi saat sekarang amatlah tidak baik. Semak-semak belukar yang tinggi, ditambah akses jalan yang buruk di lokasi, membuat tempat ini agak kurang diminati oleh wisatawan. Yang berkunjung ke sini, hanyalah mereka yang berpacaran. Hal ini tentunya merusak citra Ngalau Pangian. Selain itu, ada banyak sekali Pipa air minum yang bocor, sehingga akan membuat tubuh kita akan basah kuyup. Meski demikian, Ngalau ini layak untuk dikunjungi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar