Senin, 30 Maret 2015

makan bajamba



Makan Bajamba
Budaya Unik Minangkabau
ibu-ibu membawa jamba
Minangkabau amat terkenal dengan keragaman budayanya yang khas, meski banyaknya pengaruh asing yang masuk. Nyata, banyak sekali tradisi adat yang masih lestari hingga saat ini. Salah satunya adalah prosesi Makan Bajamba.
Makan Bajamba atau disebut juga Makan Barapak merupakan sebuah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau dengan cara duduk bersama-sama di dalam sebuah tempat yang telah ditentukan. Tradisi ini umumnya dilakukan pada hari-hari besar Islam dan berbagai acara tertentu. Secara harfiah, Makan Bajamba mengandung makna yang sangat dalam. Dimana tradisi ini akan memunculkan rasa kebersamaan tanpa melihat perbedaan status sosial.
Namun demikian, tidak jarang dilakukan dalam lingkup yang lebih luas, seperti persaudaraan satu suku kendati tidak ada hubungan darah. Kekeluargaan dan gotong royong sangat terasa pada tahap pertama dalam proses mempersiapkan makanan, karena memasak dilaksanakan secara bersama-sama.
Kemudian prosesi Makan Bajamba dilakukan dengan beberapa aturan yang sudah ditetapkan oleh para sesepuh adat di Ranah Minang. Biasanya ritual ini diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, kemudian diiringi dengan petuah atau ucapan dari tuan rumah atau pemuka adat yang hadir pada saat itu.
Makanan disajikan dalam piring-piring besar, biasanya berdiamter minimal 70 cm, dan disantap oleh lima sampai enam orang dalam satu piring atau Jamba. Lauk-pauknya tentu saja adalah makanan khas dari Sumatera Barat. Masakan ini dihidangkan bersama-sama nasi dalam jamba besar ditambah sepiring nasi untuk Tambuah (Tambahan).
Di samping itu, ada lagi daya tarik lain dari segi kostum yang digunakan peserta Makan Bajamba. Dalam pakem budaya yang sebenarnya, pakaian yang dikenakan haruslah pakaian adat lengkap dengan hiasan kepala berbentuk tanduk. Untuk kaum wanita harus mengenakan baju kurung dengan bahan satin bagi usia muda, dan volvet untuk yang sudah berumur. Namun, seiring perkembangan jaman, karena jenis bahan tersebut sudah jarang diproduksi lagi, maka makin bervariasi bahan baju kurung yang dipakai dalam adat ini. Warna pakaian yang terang-benderang seperti merah, kuning, merah jambu dan manik-manik yang berkilauan menjadi warna pilihan kaum wanita saat prosesi adat makan Bajamba berlangsung.
Diantara modernitas jamuan makan ala prasmanan, Makan Bajamba ini tetap menjadi cermin akan kehidupan warisan yang masih terpelihara dengan baik di Ranah Minang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar