Senin, 30 Maret 2015

tari indang



Tari Indang
Perpaduan Antara Tradisi Tari Dan Tutur
foto:www.youtube.com

Banyak tarian di Minangkabau umumnya dibawakan secara berkelompok, namun tari Indang memiliki keistimewaan secara tersendiri karena memadukan tradisi tari dan seni bertutur kata yang diringingi dengan musik yang apik. Ada tradisi Islam yang kental dalam setiap gerakan. Karena itu tari ini amat menarik untuk ditonton.
Tarian ini diperkirakan muncul pertama kali pada awal abad ke-14, dan memang dimaksudkan untuk menggabungkan aspek budaya Minangkabau dan Islam. Tujuannya agar dakwah Islam dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat lokal yaitu lewat kesenian.
Tari Indang kebanyakan dilakukan dengan duduk dan para penarinya membawa rebana. Sambil duduk, para penari melakukan gerakan-gerakan dinamis. Para penonton kemudian akan mendengar kata-kata “ din din ba din din” yang merupakan bagian terhadap Allah SWT serta kebesarannya. Karena itulah ada juga yang menyebutkan tarian ini dengan Badindin.

Jumlah kelompok penari ini terdiri dari 7 orang dan biasanya terdiri dari penari pria plus seorang yang bertugas sebagai “tukang zikir” yang menyampaikan pesan lisannya sekaligus memberi isyarat pada penari Indang untuk melakukan berbagai gerakan tarian.
Tarian ini banyak menyimpan makna yang sangat dalam akan kebesaran Tuhan, unsur-unsur nada dan irama yang bersifat pujian dimasukkan ke dalam tarian. Maka tak heran, jika tarian ini sudah terkenal hingga kemana-mana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar