Jumat, 03 April 2015

kayu aro



Perkebunan Teh Kayu Aro
Tertua Di Indonesia
hamparan kebun teh
Salah satu teh hitam terbaik yang pernah ada di dunia berasal dari Nusantara. Tepatnya berada di dataran tinggi di Propinsi Jambi, yaitu di kawasan Gunung Kerinci. Di sanalah membentang hijau sejauh mata memandang Perkebunan Teh Kayu Aro.
Kebun teh ini mempunyai beberapa keistimewaan, salah satunya merupakan perkebunan teh tertua yang ada di Tanah Air. Diperkirakan sudah ada sejak zaman penjajahan Kompeni Belanda pada tahun 1925. Keunikan lainnya yaitu, perkebunan ini merupakan yang terluas dan tertinggi kedua di dunia setelah perkebunan teh Darjeeling India
Perkebunan ini sendiri memiliki luas sekitar 2.500 hektar dan berada di ketinggian 1.600 meter. Karena lokasinya yang berada di ketinggian, tentunya suhu udara di sekitar amat dingin.
Teh hitam berkualitas tinggi ini masih diproses dengan cara konvensional, serbuk-serbuk teh tersebut sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet. Bahkan untuk menjaga agar keaslian rasa teh tetap terjaga, para pekerja dilarang memakai kosmetik ketika mengolah teh ini.
cantik sekali
Perkebunan Teh Kayu Aro ini didirikan oleh perusahaan Belanda bernama Namlodee Venotchaat Handle Verininging Amsterdam. Tahun 1959, perkebunan ini diambil oleh Pemerintah Indonesia. Saat sekarang, perkebunan ini dibawah pengawasan dan pengelolaan dari PT.Perkebunan Nusantara VI. Setiap tahunnya, Perkebunan Teh Kayu Aro mampu memproduksi hingga 5.500 ton teh hitam, yang dipasarkan hingga ke Eropa dan Amerika.
Berkeliling melihat hijaunya perkebunan ini, tentunya akan membawa sebuah pengalaman berbeda. Jika beruntung, wisatawan bisa menemui para pekerja sedang memetik teh.
Bagi yang mendambakan kedamaian, Perkebunan Teh Kayu Aro merupakan tempat yang amat cocok untuk menentramkan diri. Hamparan teh yang luas, ditambah udaranya yang segara akan memberikan ketenangan dalam pikiran. Berjalan menyusuri rimbunnya perkebunan, merupakan kegiatan yang menyenangkan.
Untuk menuju lokasi perkebunan, dapat ditempuh melalui jalur darat Padang atau Jambi. Dari Padang membutuhkan waktu hingga 6 jam. Sedangkan dari Jambi membutuhkan waktu selama 7-8 jam untuk mencapai perkebunan yang terletak di Sungai Penuh.
Soal akomodasi, wisatawan tak perlu khawatir. Di sekitar perkebunan ini, banyak sekali tersedia berbagai Homestay yang akan memudahkan wisatawan menikmati keindahan dari perkebunan teh besar ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar