Selasa, 16 Juni 2015

jam gadang kotor



Jam Gadang Tak “Berseri” Lagi


Bukittinggi- Indo Raya
Salah satu pengunjung dari Palembang, Asri, terpana melihat kecantikan Jam Gadang dari kejauhan. Perlahan, didekatinya bangunan bersejarah peninggalan Belanda ini. Namun, Ia kecewa,” Sepertinya Jam Gadang ini kurang perawatan, ya?” ujarnya.
Demikian pernyataan salah satu pengunjung yang kecewa dengan kondisi Jam Gadang akibat kurangnya perawatan berkala dari pihak terkait.
Saat ini, kondisi Jam Gadang memang butuh sentuhan. Banyak bagian dari ikon Bukittinggi ini yang catnya terkelupas sehingga menimbulkan kesan kotor dan kusam.
Kendati tidak terlihat kerusakan struktural, namun banyaknya dinding yang  terkelupas dan retak-retak tentu mengecewakan pengunjung,” Seharusnya bagian yang jelek itu dipoles hingga kinclong kembali,” ujar Asri dengan ketus. Rabu (10/6) yang lampau.


Terkait hal ini, Kabid Museum dan Peninggalan Sejarah dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bukittinggi, Ridwan I, mengatakan bahwa benda cagar budaya ini akan dibersihkan secara rutin. Namun, untuk jangka panjang, pihaknya akan mengkoordinasikan dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya alias BPCB Sumbar-Riau yang berada di Batu Sangkar.’’ Untuk mengecatnya akan dilakukan, tapi jika ada bagian yang ditemukan retak, maka akan kami proyeksikan ke BPCB terlebih dahulu,’’ kata Ridwan.
“ Baru beberapa bulan yang lalu Jam Gadang ini di cat, tapi iklim Bukittinggi yang cenderung berubah-ubah kemungkinan menjadi penyebab banyaknya cat yang terkelupas,” tuding Ridwan.

Untuk melakukan pengecatan, pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah menganggarkan sebesar 17 Juta rupiah,” Biaya sebesar itu sudah cukup untuk melakukan pengecatan ulang,” tutupnya.
Mengingat tak lama lagi akan memasuki Lebaran, sebaiknya Pemko Bukittinggi bergegas untuk merenovasi Jam Gadang. Jangan sampai banyak pengunjung yang kecewa melihat bangunan sisa kejayaan kolonial tersebut dalam keadaan kusam.(Jal)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar