Senin, 20 Juli 2015

bocah 3 tahun terkena penyakit berbahaya



Bocah Pengidap Sakit Jantung, Butuh Biaya Operasi
noufal bersama ayahnya
Selain tubuhnya yang terlihat terlalu ringkih. Rasanya tak ada yang membedakan antara Ia dan anak seusianya. Setiap hari, Ia masih dapat bermain bersama adik maupun orang tuanya.
Namun, dibalik gelak tawanya, Noufal Hilmi (3) mengidap penyakit nan mematikan. Sulung dari dua bersaudara itu divonis dokter mengidap penyakit Jantung Bocor.
Penyakit Jantung Bocor atau dengan nama ilmiah VSD alias Vebtrical Septal Divec  harus dialami putra dari pasangan Rika Novianti dan Sutiman warga Sarojo, Mandiangin Koto Selayan ini sejak usia 6 bulan.
“ Awalnya, Noufal sakit batuk-batuk. Kemudian kami periksa lewat Bidan di Puskesmas. Bukannya sehat, malah bibir, kulit dan kukunya membiru serta nafasnya menjadi sesak. Tak ambil tempo, langsung kami larikan ke RS Ahmad Mocthar. Dari sana kemudian di rujuk ke salah satu RS di Padang dan divonis menderita penyakit Jantung dengan kebocoran 4-5 mm,” keluh Ibu Noufal, Rika, terbata-bata menahan kesedihan.
Penyakit yang hinggap ditubuh anaknya itu membuat sistem kekebalan tubuh bocah yang tinggal di rumah sederhana ini menjadi amat rentan. Jika melakukan aktifitas seperti berlari, Ia terlihat akan sangat kelelahan dan Jantungnya berdebar amat kencang seakan Ia telah berlari sejauh 10 Km. Padahal Cuma berlari beberapa meter saja.
Menurut Rika, tak hanya kelelahan akut saja yang dialami anaknya. Soal makan dan minum pun sulit dilakukan Noufal, hal ini mengakibatkan tampilan dan kondisi fisiknya terus menurun.
Sudah sering usaha berobat yang dilakukan Rika bersama Suaminya Sutiman. Namun selalu terbentur biaya,” Saat ini Noufal hanya mengkonsumsi obat kestabilan agar jantungnya tak terlalu terforsir, dan sama sekali bukan mengobati jantung karena kami tak punya biaya” lanjut Rika.
“ Untuk mengobatinya, hanya ada satu jalan, yakni operasi,” lanjut wanita asal Pariaman ini.
Terkait pengoperasian itu, diperkirakan akan menelan biaya hingga 150 juta rupiah. Uang sebesar ini tergolong mustahil bagi pasangan muda berusia 29 tahun itu. Dalam keseharian, ekonomi keluarga kecil ini hanya ditopang lewat usaha jualan sate yang dikelola oleh sang suami Satiman.’’ Jangankan untuk mengoperasinya, untuk kebutuhan sehari-hari saja kami sudah sangat kesulitan,” sahut Satiman dengn pilu.
Meski sebagian pengobatan telah ditanggung program BPJS, namun untuk biaya operasi jelas itu membutuhkan sumbangan dari dermawan. Oleh sebab itu, pasangan suami-istri ini amat mengharapkan uluran tangan  seseorang yang mau menanggulangi biaya operasi putranya,” Kami ingin Noufal segera dioperasi agar sembuh seperti anak-anak lainnya,” katanya penuh harap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar