Senin, 07 Desember 2015

kebun stoberi pandai sikat



Bisnis Stroberi Yang Menggiurkan

Kaca mata yang bergantung di wajah Ahmad Suryanto sama sekali tak mengesankan jika Ia adalah seorang petani. Sekilas, pembawaannya yang santun mengingatkan kita akan sosok seorang guru.
Ahmad memang seorang pengajar. Di sebuah pesantren terkenal di Padang Panjang. Tapi itu dahulu.

Berbekal ketenunannya yang sudah terkenal sejak remaja, sekarang pria asal Magelang itu bermetaformosis menjadi seorang petani yang mengembangkan perkebunan stroberi di kampung Istrinya. Saking majunya, perkebunan tersebut bahkan menjadi kawasan agrowisata yang sering dikunjungi oleh banyak orang dari luar daerah.
“ Sejak dahulu saya memang pecinta tanaman meski tak punya latar belakang ilmu pertanian. Saya sempat bergabung dengan komunitas bonsai walau tak begitu baik perkembangan bisnisnya.” kenang Ahmad saat dikunjungi Indonesia Raya di perkebunannya yang terletak di Jorong Koto Tinggi, Nagari Pandai Sikat.
 “ Iseng, dihalaman rumah saya tanami dengan dua rumpun stroberi. Dari situlah awal cerita bisnis ini,” katanya menatap hijaunya perkebunan stroberi yang dikelolanya.
ahmad (kanan) tengah berbincang dengan reporter RRI Irsyad
Dua rumpun stroberi yang ditanam itu terus berkembang seiring berjalannya waktu meski awalnya hanya untuk dikonsumsi keluarga saja bukan untuk dikomersilkan.
Karena pekarangan sudah tak muat, Ahmad nekad membuat kebun kecil. Tak disangka, permintaan pesanan stroberi untuk dijual pun mulai berdatangan. Para pembeli itu ternyata tak mau menerima stroberi yang sudah ada di dalam kotak saja, tapi ingin memetik langsung di kebun.
Apalagi, kata Ahmad selama ini pasar lokal selalu dibanjiri oleh stroberi dari Jawa membuatnya yakin usaha tersebut akan mendapat tempat di hati banyak orang. Belum lagi iklim sejuk yang dimiliki Pandai Sikat persis sama dengan sentra pengembangan stroberi di Lembang Bandung membuatnya bertambah serius menggeluti usaha yang terbilang baru ini.
“ Sejak itu, saya berfikir  usaha ini bisa diteruskan lebih jauh,’’ gumamnya.
Naluri Ahmad pun terus bekerja, Ia menyewa beberapa lahan lagi untuk ditanami sekaligus membuka kawasan agrowisata dimana pengunjung bisa memetik sekaligus mencicipi langsung kesegaran buah yang penuh manfaat ini.
“ Jika ingin beli, harga 1 kilogram berkisar Rp,80.000. Tapi untuk memasuki kebun, pengunjung dikenakan tarif Rp,10.000 saja. Itu sudah termasuk biaya mencicipi lima butir stroberi segar yang langsung dipetik,” ujarnya tersenyum.
perkebunan yang terletak di belakang rumahnya
Selain bisa merasakan sensasi memetik sekaligus mencicipi buah stoberi, di kebunnya Ahmad juga membuat saung-saung kecil tempat berteduh bagi pengunjung. Ada juga disediakan caping khas petani berikut ember kecil tempat menampung stroberi yang dipetik.
Perkebunan ini kian diminati, akibatnya Ahmad harus menyediakan lahan lagi. Sekarang, stroberi ini ditanam di tiga tempat terpisah dengan total rumpun mencapai 30.000-an.
Rata-rata saat memasuki musim panen, pengunjung yang datang bisa berjumlah puluhan setiap harinya.’’ Ada yang datang dari Padang, Pasaman, dan wilayah lain di Sumatera Barat,” ucapnya tersenyum.
Memasuki Desember ini, curah hujan tinggi cukup membuat Ahmad kerepotan. Selain menyebabkan tanamannya tak berbuah, hamanya pun mulai berdatangan hingga mengakibatkan Ahmad bersama dua orang yang membantu mengelola perkebunan dengan luas total sekitar 1 hektar itu, mengintensifkan perawatan dengan mengutamakan pemberian pupuk organik.
“ Saat ini, setelah diterpa musim kemarau dan peremajaan tanaman, stroberi ini tidak lama lagi akan berbuah,” tuturnya optimis.
Ahmad berharap agar bisnisnya yang sudah dikembangkannya sejak dua tahun silam ini dapat jadi inspirasi bagi petani lainnya karena cukup menggiurkan.
“ Dalam sebulan omzet stroberi ini berkisar antara 15-30 juta rupiah,” tutupnya.
Selain bisa memetik stroberi, mengunjungi Pandai Sikat tentu kita bisa melihat hal yang lain pula. Wilayah yang terletak di kaki Gunung Singgalang ini sudah melegenda akibat tenunan khasnya yang mendunia.
Di sini memang sentra dari sulaman. Selain itu, ukiran kayunya pun juga memikat. Masih kurang? Pandai Sikat juga punya pemandangan spektakuler berupa keindahan alam yang sayang untuk dilewatkan.
Sempatkanlah berkunjung ke tower pemancar yang ada di sana. Kebetulan, Ahmad juga punya sepetak lahan stroberi di dekat tower.
pemandangan ini bisa dilihat dari dekat kebun di tower
Mengunjungi Pandai Sikat, kita bisa melihat banyak hal yang akan membuat kita tambah cinta akan tanah leluhur kita sendiri.


3 komentar:

  1. ,.,KISAH NYATA ,
    Aslamu alaikum wr wb..Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
    Bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga dan mencapai kesuksesan yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki, namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang, hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yng saya punya, akhirnya saya menaggung utang ke pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 800 juta , saya stress dan hamper bunuh diri anak saya 2 orng masih sekolah di smp dan sma, istri saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anakanaknya ditengah tagihan utang yg menumpuk, demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue, ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman dan bercerita kepadanya, Alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya, dulu katanya dia juga seperti saya. Tapi setelah di bantu HABIB IDRUS hidupnya kembali sukses, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir dan melihat langsung hasilnya, saya akhirnya bergabung dan menghubungi HABIB IDRUS. Untuk Konfirmasi Lebih Jelasnya: >>>>>>>>KLIK SOLUSI TEPAT DISINI<<<<<<<<< .Semua petunjuk Beliau saya ikuti dan hanya Dalam waktu 2 hari, Astagfirullahallazim, Alhamdulilah Demi AllAH dan anak saya, akhirnya 5M yang saya minta benar benar ada di tangan saya, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kini saya kembali sukses terimaksih HABIB IDRUS saya tidak akan melupakan jasa HABIB IDRUS. JIKA TEMAN TEMAN BERMINAT, YAKIN DAN PERCAYA INSYA ALLAH, SAYA SUDAH BUKTIKAN DEMI ALLAH.(BUKAN PESUGIHAN ATAUPUN PENGGANDAAN UANG).

    BalasHapus
  2. artikel yang bagus sekali, saya hanya menyayangkan nama nagari Pandai Sikek kemudian dibahasa indonesiakan menjadi Pandai Sikat

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah mad, tanpa sengaja etek buka berita ladang di pandai sikek, eeeee ternyata suami keponakan etek, yg menceritakan kisah nyatanya, sekarang pak etek juga memilih beli tanah di pandai sikek daripada malaysia, semoga lancar ya usahanya, salam untuk novi dan anak2

    BalasHapus